Dihadapan Kejati Babel, Molen Ungkap PAD Naik Berkat Berkolaborasi dengan Kejari Pangkalpinang

IMG 20220224 WA0000
Foto: Walikota Pangkalpinang saat menggelar FGD bersama dengan Kejati dan Kejari Pangkalpinang.(ist)

INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang menggelar Fokus Group Discussion (FGD) terkait pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022 yang sistematis dan berkualitas sebagai upaya pencegahan dini korupsi dalam pengelolaan keuangan daerah, Kamis (24/2/2022) di Ruang Pertemuan (OR) Kantor Wali Kota Pangkalpinang.

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil didalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Daroe Tri selaku Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung beserta rombongan dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pangkalpinang.

“Ini merupakan sebuah kejadian luar biasa bagi kami datangnya seorang Kajati beserta rombongan bertemu dengan kami para OPD-OPD semuanya lengkap. Ingin mendengarkan arahan dan bimbingan pak Kajati terkait pelaksanaan, perencanaan semuanya APBD kota Pangkalpinang ini,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Molen itu juga melaporkan bahwa hingga kini koordinasi, sinergi, dan kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang berjalan dengan baik.

Bahkan pihaknya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan adanya kolaborasi dengan Kejari Pangkalpinang.

“Dengan program pendekarnya pak Kejari itu meningkatkan pendapatan asli daerah kami, sangat lumayan ditengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Bangka Belitung, Daroe Tri Sadono menyampaikan bahwa ia sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut, harapannya ialah bagaimana target bersama dapat mensejahterakan masyarakat.

“Supaya semakin menyadari bahwa berada didalam sebuah sistem pemerintah beserta organisasi pemerintah yang kepadanya dituntut ada suatu integritas, untuk skill saya kira teman-teman sudah banyak dapat, semua sudah tahu,” ungkapnya.

Daroe juga memiminta Molen untuk dapat mengontrol sistem agar tidak terjebak dalam perbuatan yang menyimpang.

“Tentu kegiatan semacam ini tidak ada gunanya jika tidak diikuti dengan satu semangat, misalnya atau bahkan juga dengan wujud nyata yang akan dilaksanakan oleh pak Wali Kota melalui jajarannya. Pak Wali Kota sebagai pemegang kendali sistem sangat menyadari dan bisa mengontrol sampai sub-sub sistemnya,” pungkas Daroe.(*/red)