Gelar Seminar, Persagi Pangkalpinang Bahas Gizi Ganda Pada Balita

IMG 20220130 WA0000
Foto: Pengurus Persagi Pangkalpinang, Ratmawati saat memberikan materi kepada ahli gizi Babel.(int)

INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Persatuan Ahli Gizi atau Persagi Kota Pangkalpinang menggelar seminar dalam mencegah stunting dan obesitas atau gizi ganda bagi balita.

Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Diklat Provinsi Bangka Belitung itu diikuti oleh seluruh ahli gizi Babel dengan tema ‘Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas’, Sabtu (29/1/2022).

Pengurus Persagi Kota Pangkalpinang, Ratmawati, S.Gz., M.Gz mengatakan kegiatan menyebar luaskan informasi dan promosi jepada masyarakat tentang pentingnya pelayanan gizi spesifik dan sensitif untuk mencegah gizi ganda.

“Sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, kita mengajak media massa berperan dalam kampanye pencegahan masalah gizi ganda ini,” ungkapnya.

Wanita yang juga menjabat Ketua DPD Asosiasi Dietisien Indonesia atau AsDI Bangka Belitung itu juga mengatakan stunting atau tinggi badan yang rendah menurut umur merupakan masalah pertumbuhan yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak mencukupi dalam jangka panjang ditambah dengan adanya penyakit, terutama selama 1000 hari pertama kehidupan.

“Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi terutama pada masyarakat dengan tingkat rumah tangga miskin. Faktor lain penyebab stunting karena ketidakcukupan pangan, sanitasi buruk, tidak tersedianya air bersih, sulitnya akses pelayanan kesehatan, dan perilaku terkait Kesehatan,” tambah Ratmawati.

Sementara kegemukan atau obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia.

“Faktor risiko terjadinya obesitas disebabkan kurangnya aktivitas fisik dan konsumsi buah sayur, serta tingginya konsumsi gula, garam, dan lemak. Obesitas dapat dicegah dengan Gerakan masyarakat hidup sehat atau Germas,” ujarnya.

“Tenaga gizi dapat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang tergabung dalam konvergensi penanganan stunting. Koordinasi yang baik menjadi jalan untuk melaksanakan berbagai program intervensi yang tepat. Jangan sampai anak stunting diberikan asupan makanan berlebihan dalam jangka waktu yang lama, karena akan menyebabkan munculnya masalah gizi baru yaitu obesitas,” tambah Ratmawati.

Saat ini menurutnya lokus stunting sudah tersebar di semua wilayah Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

“Bersama kita bisa mencegah terjadinya stunting dan obesitas, dengan memberikan intervensi gizi yang tepat serta melakukan evaluasi terhadap program yang telah dijalankan tersebut. Penanganan stunting dilakukan dengan intervensi gizi spesifik yang berfokus pada penanganan 1000 Hari Pertama Kehidupan balita dan intervensi gizi sensitif dengan melibatkan berbagai sektor diluar Kesehatan,” jelasnya.

Sementara Ketua Persagi Kota Pangkalpinang, Laily Latifah, SKM mengatakan kegiatan seminar tersebut akan terus dilakukan setiap tahunnya.

“Alhamdulillah kegiatan kali ini berjalan lancar dan Insha Allah akan terus kita laksanakan setiap tahun agar para ahli gizi di Bangka Belitung tetap semangat mengatasi dan mencegah terjadinya stunting dan obesitas,” ungkapnya.(red)