Gedung Fakultas Kedokteran UBB Akan Dibangun Di Dekat RSUD Soekarno

IMG 20220116 WA0004

INTRIK.ID, BABEL — Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi mengungkapkan rencana desain pembangunan fisik gedung Fakuktas Kedokteran Universitas Bangka Belitung berdekatan dengan RSUD Soekarno.

Hal itu dikatakannya saat melakukan peninjauan kesiapan pendirian Fakultas Kedokteran UBB bersama Dirjen Ristek Dikti, Nizam didampingi Direktur RSUD Dr.(H.C.) Ir. Soekarno dr Bahrun, Sabtu (15/1/22).

“Rencananya Fakultas Kedokteran UBB akan didirikan dekat dengan rumah sakit ini. Nantinya, diantara bangunan rumah sakit dan gedung kampus akan dibangun sky walk, sehingga akan memudahkan mahasiswa kedokteran berpraktik,” ujar gubernur.

Sementara itu, Dirjen Ristek Dikti Nizam memberikan apresiasi atas kesiapan RSUD Dr.(H.C.) Ir. Soekarno untuk menjadi rumah sakit pendidikan. Dijelaskannya, rumah sakit pendidikan memang wajib ada untuk menunjang praktik para mahasiswa. Sebab, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, tetapi juga harus menjalani semi praktik kedokteran.

“Jadi, untuk pendirian fakultas kedokteran membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, termasuk kesediaan rumah sakit. Karena setiap mahasiswa harus mendapatkan pelatihan atau praktik menangani segala macam penyakit yang dialami dokter di rumah sakit. Bisa itu penyakit dalam, paru-paru, jantung dan sebagainya. Itu harus ada di rumah sakit pendidikan,” ujarnya.

Rektor UBB Ibrahim mengatakan bahwa kehadiran pihak Ditjen Dikti Ristek ini menjadi angin segar bagi Babel dalam mewujudkan mimpi berdirinya fakultas kedokteran pertama.

“Pak Dirjen dari kemarin dan hari ini memantau dan melihat kesiapan kita dan komitmen pemda untuk pendirian FK-UBB. Saya kira kita semakin optimis, dan yakin bahwa Dirjen memberikan dukungan penuh untuk dua progres ini, yaitu penyatuan Akper-UBB dan pendirian fakultas kedokteran,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan kesiapan UBB dalam memenuhi segala persyaratan lain yang harus dipenuhi pihaknya. Seperti halnya administrasi naskah akademik. Kedua proses tersebut diakui Ibrahim, telah disiapkan sejak awal secara bersamaan, dan tinggal menunggu arahan lanjutan dari Dirjen Dikti Ristek.

“Kami sangat bersyukur kunjungan Pak Dirjen ke Babel. Kami prinsipnya dalam penyatuan Akper dan UBB sejauh ini dilakukan paralel. Kami tinggal menunggu arahan berikutnya, apakah penyatuan Akper harus selesai dulu, atau bisa berjalan beriringan. Tinggal timing dan arahan dari Dirjen saja,” pungkasnya.(red)