Pemprov Babel Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp 123,5 Milyar

IMG 20211231 WA0007

INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kapolri RI, Listyo Sigit Prabowo beserta seluruh jajaran instansi terkait dan stakeholder diikuti gubernur dari 34 provinsi seluruh Indonesia, bersama-sama mengawal pelepasan ekspor pertanian Indonesia serentak di 34 pintu masuk ekspor Indonesia.

Komoditas pertanian ini akan ekspor ke 124 negara tujuan dengan total nilai ekspor sebesar Rp 14,43 triliun.

Kegiatan pelepasan yang mengangkat tema “Sinergi Pengawalan dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Mendunia” ini, berpusat di Terminal Petikemas, Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar Sulawesi Selatan, secara hybrid, Jumat (31/13/21).

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian pada acara Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021, acara ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas kerja dan legitimasi Kementan-POLRI dalam mengakselerasi ekspor, memperkenalkan komoditas pertanian unggulan ekspor, meningkatkan semangat dan partisipasi Gratieks bagi pemda, pelaku usaha/swasta, dan juga masyarakat.

Wakil Gubernur Bangka Belitung, Abdul Fatah di titik ekspor Babel, Pelabuhan Pangkalbalam, menyambut baik diselenggarakannya acara Gebyar Ekspor bersama 34 Provinsi Seluruh Indonesia secara virtual sekaligus Pelepasan Ekspor Komoditas Hasil Pertanian Bangka Belitung.

Wagub berharap adanya kegiatan ini dapat mendorong para pelaku usaha di Babel agar dapat melakukan kegiatan ekspor, begitu juga dengan para eksportir untuk lebih meningkatkan produksi dalam rangka mendukung akselerasi ekspor.

“Harapan besar nantinya, produk pertanian kebanggaan masyarakat Babel seperti lada, sawit, minyak sawit, dan karet dapat diterima di pasar internasional, sehingga dapat menambah devisa negara dan meningkatkan lapangan kerja di Bangka Belitung,” ujar wagub.

Hal ini menurut wagub, perlu adanya kerjasama dan koordinasi antar instansi terkait seluruh Perangkat Daerah khususnya bidang pertanian, perkebunan dan perdagangan untuk mendorong akselerasi ekspor produk pertanian dari Bangka Belitung, yang sejalan dengan salah satu program strategis Kementerian Pertanian yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Dan hari ini, Pemprov Babel melepas ekspor komoditas pertanian dengan Rp 123,5 milyar, terdiri dari Palm Olein sebanyak 6500 ton dengan nilai ekonomi Rp 116,7 milyar negara tujuan Myanmar, karet sebanyak 282,240 ton dengan nilai ekonomi Rp 7,1 milyar negara tujuan Korea Selatan, dan lada biji sebanyak 25 ton dengan nilai ekonomi Rp 2,3 M negara tujuan Thailand.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa percepatan akselerasi di bidang pertanian dan peternakan adalah kata kunci untuk mencapai nilai ekspor yang lebih besar tidak hanya di tingkat Asia Tenggara tapi juga di tingkat dunia.

Dirinya juga mengatakan bahwa tidak ada wilayah atau provinsi yang tidak ekspor, serta sinergitas semua pihak, stakeholder, Pemerintah Pusat, Kementerian Pertanian, TNI/Polri, dan juga Pemerintah Daerah.

Dalam momen ini juga, dilakukan penyerahan Sertifikat Phytosanitary yang diberikan Wagub Abdul Fatah kepada eksportir PT Steelindo Wahana Perkasa atas komoditi Palm Olein dengan negara tujuan Myanmar.

Tercatat, sektor pertanian menurut Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, ekspor pertanian Indonesia telah mencapai Rp 451,8 triliun disepanjang 2020, dan angka ini naik 15,79% dari periode sebelumnya tahun 2019 yaitu Rp 390,16 triliun.

Selain itu, Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian juga mengalami kenaikan. Selama Januari – Oktober 2021, ekspor pertanian mencapai Rp 518,85 triliun, meningkat 47,36% dibanding tahun 2020 sebesar Rp 352,09 triliun. Di samping itu, BPS dalam laporannya menyebut, sektor pertanian tumbuh sebesar 4,18% atau 0,43 miliar dollar AS bila dibanding dengan bulan sebelumnya.(red)