Madania Center dan Polda Bangka Belitung Sukses Launching Buku Berjudul ‘Varian Gerakan dan Organisasi Keagamaan’

WhatsApp Image 2021 11 13 at 09.45.03

BANNER MCP

WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.45.03
WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.44.30
WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.44.31
WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.45.04
WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.44.32
WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.45.02

MENDOBARAT, INTRIK.ID — Madania Center bersama Polda Kepulauan Bangka Belitung sukses melaunching buku berjudul Varian Gerakan dan Organisasi Keagamaan; Tinjauan Teoretis dan Fakta Empiris di Bangka Belitung, Jum’at (12/11/2021) yang secara resmi di Launching oleh Irjen Pol Drs Anang Syarif Hidayat.

Kegiatan yang dipusatkan di Sekretariat Madania Center itu dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Dalam kesempatan itu, Direktur Madania Center, Rusydi Sulaiman mengatakan bahwa agama yang seringkali dipahami sangat normatif sesungguhnya juga bersifat historis karena bersentuhan dengan rasionalitas atau kekuatan logika manusia, bahkan transenden; agama juga menyentuh aspek-aspek metafisik yang berdimensi sangat esoterik.

Untuk itu, kata Rusydi, fenomena sosial keagamaan yang muncul dalam bentuk tampilan gerakan dan organisasi keagamaan menarik jika diangkat dalam sebuah aksi penelitian yang kemudian melahirkan karya dalam bentuk buku ilmiah.

“Bangka Belitung ini menjadi ikon hubungan yang harmonis antar umat beragama, kemudian belakangan ini ada sikap-sikap euforia dalam beragama, maka dari itu kami bersama tim merasa tergugah untuk mengangkat menjadi sebuah buku,” ungkap Rusydi.

Selain itu, adanya sikap welcome dari Kapolda Bangka Belitung yang saat itu dijabat oleh Irjen Pol Drs Anang Syarif Hidayat dan menyambut baik atas ide penulisan buku tersebut.

“Madania Center dan Polda Bangka Belitung memiliki satu visi, semangat dan orientasi yang sama dalam rangka memberi kemaslahatan umat dalam bentuk relasi umat beragama satu sama lain yang akan disentuhkan pada peradaban di Bangka Belitung,” terang Rusydi yang juga sebagai penanggungjawab penulisan buku.

Buku dengan spesifikasi xIii+666 halaman dan ukuran 15×23 Centimeter itu rampung ditulis selama enam bulan, mulai dari tahap perumusan awal hingga terbentuknya sebuah buku. Dimana ditulis oleh empat orang penulis inti diantaranya Rusydi Sulaiman, Amrullah, Muhammad Rofiq, dan Endang Kusniati, serta dua orang editor yakni Amir Syuhada dan Pebri Yanasari.

Disamping itu, buku yang dicetak sebanyak 1000 eksemplar ini akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang menginginkannya.

“Nanti akan kita bagikan secara gratis pada saat pisah sambut Kapolda. Bagi masyarakat yang minat buku ini akan kami berikan juga secara cuma-cuma. Namun bagi yang ingin berinfaq untuk Madania silahkan, tidak pun tidak apa-apa karena sifatnya tidak memaksa,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya bersama tim penulis lainnya saat ini juga sedang menulis buku sejarah TVRI Bangka Belitung. Ditargetkan akan rampung pada awal Desember 2021 mendatang.

“Kami juga lagi menulis buku sejarah TVRI Bangka Belitung. Jadi ada obsesi besar dari arah yang konservatif ke arah yang lebih berperadaban dalam konteks penguatan kelembagaan,” terangnya.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Staff Ahli Sosial dan Budaya Kapolri, Irjen Pol Drs Anang Syarif Hidayat yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Bangka Belitung, Dir Intelkam Polda, Kabag Humas Polda serta Pejabat Utama Polda Babel lainnya, tokoh agama Islam, Hindu, Budha, Konghucu, Kristen, MUI Provinsi Babel, MUI Bangka, para Pimpinan Pondok Pesantren, FKUB Provinsi Babel, FKUB Bangka Selatan serta tokoh masyarakat lainnya.

Tak hanya itu, acara launching buku ini juga dihadiri secara virtual oleh Zulkifli sebagai penulis Prolog,  dan juga Guru Besar Sosial Antropologi Sosial dan Budaya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Syarif Hidayatullah Mahasiswa S3 Australia dan Koordinatir Hubungan Luar Negeri Madania Center, Jamilludin Ali, selaku Auditor Inspektorat Kemenag RI serta Anggota Pengembangan Ekonomi dan Enterpreneurship Madania Center, Iffan Fairus Islami Mahasiswa S1 al-Azhar Mesir dan Anggota Hubungan Luar Negeri Madania Center.(red)