Irjen Pol Anang Syarif Hidayat Apresiasi Buku Terbitan Madania Center

WhatsApp Image 2021 11 12 at 16.50.53 2

BANNER MCP

WhatsApp Image 2021-11-12 at 16.50.53
WhatsApp Image 2021-11-12 at 16.58.15
WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.44.32
WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.45.02
WhatsApp Image 2021-11-13 at 09.45.03

MENDOBARAT, INTRIK.ID — Staff Ahli Sosial dan Budaya Kapolri, Irjen Pol Drs Anang Syarif Hidayat mengapresiasi Madania Center Bangka Belitung yang telah sukses menerbitkan buku berjudul Varian Gerakan dan Organisasi Keagamaan; Tinjauan Teoretis dan Fakta Empiris di Bangka Belitung.

Menurutnya, buku tersebut sangat kompleks sehingga dapat dijadikan sebagai referensi bagi seluruh kalangan dalam rangka memperkuat harmonisasi kerukunan umat beragama.

“Kami sangat mengapresiasi kepada tim penulis yang telah melakukan riset dan penggalian data hingga akhirnya melahirkan sebuah karya buku yang mudah dipahami dan dibaca oleh masyarakat,” ungkapnya saat launching buku di Sekretariat Madania Center Bangka Belitung, Jumat (12/11/2021).

Bahkan menurutnya, buku tersebut bukan hanya diperuntukkan bagi kalangan muslim saja, melainkan untuk semua agama.

Meski di Bangka Belitung sendiri belum pernah terjadi hal-hal krusial berupa konflik agama, suku/etnis, namun ia berharap kehadiran buku tersebut dapat memperkuat nilai-nilai toleransi, sehingga kebhinekaan dapat terus dijaga.

“Bukunya sangat bagus, mudah-mudahan buku ini dapat menambah wawasan bagi kita semua untuk saling menjaga, menghormati dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama,” ujarnya.

“Saya sampaikan bahwa Babel itu sebagai salah satu daerah yang menjadi miniatur atau percontohan kerukunan umat beragama bagi daerah-daerah lainnya. Mengapa demikian? Karena kehidupan masyarakat Babel sangat rukun,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengatakan jika tim penulis dari Madania Center sangat kompeten dalam hal perumusan dan penulisan buku. Untuk itu dirinya juga meminta kepada Gubernur Bangka Belitung untuk dapat melibatkan tim Madania Center dalam memberikan edukasi serta pengetahuan khususnya terkait radikalisme kepada siswa-siswi, guru dan masyarakat Bangka Belitung.

“Saya pernah bilang kepada pak gubernur untuk mengajak tim Madania Center untuk memberikan arahan, bimbingan serta pengetahuan baik bagi siswa maupun gurunya. Apalagi di Bangka Belitung ini ada potensi radikalisme,” katanya.

Sementara itu, Zulkifli sebagai penulis Prolog buku tersebut mengatakan bahwa moderasi beragama itu sangat penting.

“Saya sebagai orang kelahiran asli Bangka dan saat ini tinggal di luar daerah, tentu berterimakasih kepada Madania Center dan Polda Babel yang sudah menggagas buku ini, saya sangat antusias untuk ikut dalam memperkuat literasi di Babel,” ujar Guru Besar Sosial Antropologi Sosial dan Budaya, serta Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Diketahui, buku dengan spesifikasi xIii+666 halaman dan ukuran 15×23 Centimeter itu rampung ditulis selama enam bulan, mulai dari tahap perumusan awal hingga terbentuknya sebuah buku. Dimana ditulis oleh empat orang penulis inti diantaranya Rusydi Sulaiman sebagai penanggungjawab, Amrullah, Muhammad Rofiq, dan Endang Kusniati, serta dua orang editor yakni Amir Syuhada dan Pebri Yanasari.(red)