Gubernur Minta Pemerintah Pusat Pertimbangkan Soal Aturan Penerbangan Wajib Tes PCR

IMG 20211025 WA0009
Ket: Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman (ist)

PANGKALPINANG, INTRIK.ID – Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyambut baik terkait peraturan penumpang moda transportasi udara wajib melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Hal tersebut berdasarkan Surat Edaran Kementrian Perhubungan Nomor 88 Tahun 2021.

Menurutnya, hal itu akan memberikan kesempatan kepada maskapai untuk mengisi kursi pesawat sebanyak 100 persen.

Namun di sisi lain, kata dia, pemerintah pusat untuk mempertimbangkan kembali lantaran perbedaan antara daerah kepulauan Babel dengan provinsi lainnya yang memiliki alternatif jalur darat, seperti Trans Jawa, Trans Kalimantan, Trans Sulawesi, hingga Tol Sumatera menjadi alasannya.

“Provinsi lain memiliki alternatif jalur darat, berbeda seperti Babel. Maka, besar harapan saya menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk mempertimbangkan daerah kepulauan yang juga ingin memulihkan perekonomiannya,” ungkapnya, Minggu (24/10/2021).

Ia juga mengatakan jika dalam waktu dekat Pemprov Babel akan melakukam survei serologi. Survei tersebut bertujuan untuk mengetahui dan mendata masyarakat yang sudah memiliki antibodi terhadap Covid-19.

Ia berharap jika telah mencapai kekebalan di atas 80 persen, menjadikan masyarakat Babel sudah mencapai herd immunity karena mayoritas sudah memiliki antibodi terhadap virus tersebut, dan menjadi pertimbangan pemerintah pusat.

“Sehingga diharapkan orang yang ke Babel tidak perlu melakukan PCR, namun cukup antigen,” terangnya.

Ia menambahkan, restrukturisasi kredit akan berakhir tahun depan, dan hal tersebut akan berimbas pada keuangan daerah, dengan lesunya perekonomian dan risiko ledakan kredit macet.

“Solusi lain untuk menyikapi hal ini yakni meminta pada penyelenggara PCR agar harga lebih dimurahkan, maupun mensubsidi PCR itu sendiri,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap mendukung dan mengapresiasi apapun kebijakan pemerintah pusat, seperti kebijakan PPKM yang menentukan tindakan tiap levelnya dan terbukti berhasil.

Gubernur juga tidak lengah melihat data penurunan Covid-19 di Babel sehingga mayoritas kabupaten/kota berada pada level 2. Dalam setiap kesempatan, ia terus menggalakkan protokol kesehatan, meminta setiap fasilitas umum menyediakan QR aplikasi peduli lindungi, serta tetap membuka isoter.

“Vaksinasi terus kita genjot, dan alhamdilillah vaksinasi di Babel menduduki peringkat 5 nasional dengan raihan 65 persen. Hal ini tak terlepas dari kerja keras tim satgas di lapangan,” tukasnya (*/red)