Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu Ditargetkan Selesai Tahun 2022

IMG 20210923 WA0008
Foto: Gubernur Babel, Erzaldi Rosman.(ist)

INTRIK.ID, BABEL — Pengembangan pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu diproyeksikan akan selesai pada tahun 2022 mendatang dan akan menggantikan posisi pelabuhan Pangkalbalam sebagai pelabuhan ekspor.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi saat audiensi dengan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman secara virtual mengatakan pihaknya setuju dan siap membangun pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu dalam tahap jangka pendek.

Dalam kesempatan itu, ia juga mewanti-wanti jajarannya untuk memastikan hal teknis dalam rencana pengembangan pelabuhan Belinyu berjalan dengan baik mulai dari desain, pengontrolan anggaran, masalah pengerukan, arus ombak hingga posisi karang.

“Harus disurvey ini, seperti arus ombaknya bagaimana, sehingga nanti setelah dibangun tidak menjadi masalah di kemudian hari,” tegas menhub.

Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Subagiyo dalam rapat virtual tersebut memaparkan bahwa pelabuhan yang berjarak sekitar 80 km dari pelabuhan Pangkalbalam ini, secara komersial sudah dikelola oleh PT Pelindo 2.

Adapun kondisi saat ini, dengan luas areal darat seluas 4,3 hektar. Fasilitas dermaga satu sepanjang 101 meter, sementara dermaga dua sepanjang 87 meter dengan alur pelayaran 10 mil dan lebar 200 meter.

Rencana pengembangan pelabuhan Belinyu terbagi dalam tiga tahap, di antaranya dalam jangka pendek akan dilakukan pengerjaan pembangunan dermaga curah cair ke arah vertikal dermaga existing sehingga dapat digunakan untuk dua tambatan kapal serta perluasan area curah cair dikarenakan adanya perpindahan kegiatan bongkar kemasan curah cair dari pelabuhan Pangkalbalam ke pelabuhan Belinyu.

Untuk jangka menengah akan dilakukan pengerjaan perpanjangan dermaga multipurpose semula 101 meter menjadi 230 meter, pembangunan trestle 2, dan perluasan areal darat pelabuhan semula 7.740 meter persegi menjadi 43.700 meter persegi.

“Sementara itu untuk jangka panjang, yakni pengerjaan perluasan area multipurpose semula 5.690 meter persegi menjadi 10.625 meter persegi,” jelas Subagiyo.

Ia juga menjelaskan terkait pengerukan dan pemecahan karang sudah dikoordinasikan dengan pihak PT Pelindo 2 terkait yang akan dikerjakan nanti.

“Nantinya akan dilakukan kapal keruk milik anak perusahaan dari PT Pelindo 2 yaitu PT Pengerukan Indonesia (PT Rukindo),” ujarnya.

Sementara Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengusulkan untuk dilakukan pertemuan lanjutan antara Dinas Perhubungan Babel dan Bappeda Babel untuk berkonsolidasi secara teknis dengan Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, termasuk dari PT Pelindo 2.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Pak menteri sehingga progres pengembangan pelabuhan Belinyu ini dapat segera direalisasi,” ungkapnya.(*/red)