Lobi Unsri, Fakultas Kedokteran UBB Siap Berdiri

IMG 20210924 WA0003
Foto: ist

INTRIK.ID, PALEMBANG — Universitas Sriwijaya (Unsri) siap membantu Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam mewujudkan Fakultas Kedokterannya agar bisa mencetak sendiri tenaga dokter daerah yang berkualitas.

Hal itu diketahui setelah Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof. Anis Saggaff dalam kunjungannya ke Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/9/21).

Dari laporan Dekan Fakultas Kedokteran Unsri, dr. Syarif Hussin yang menyatakan pihaknya sudah menyelesaikan beberapa tahapan yakni meliputi dokumen, sarana-prasarana, dan rencana gedung perkuliahan telah rampung.

“Selain itu, RSUD Provinsi Bangka Belitung sebagai tempat praktik sudah sangat representatif. Terlebih dengan adanya rencana pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran tersebut akan tersambung dengan rumah sakit ini. Itu menjadi nilai tambah untuk mendirikan Fakultas Kedokteran di Bangka Belitung,” ungkapnya.

Ia mengatakan saat ini masih ada tahapan yang belum selesai yaitu pelatihan tenaga pendidik klinis. Meskipun akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

“Selanjutnya seluruh dokumen dan persyaratan akan diajukan ke pusat melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti-red),” tegas dr. Syarif Hussin.

Mendengar hal itu, Gubernur Babel, Erzaldi mengatakan akan segera melakukan percepatan pelatihan tenaga pendidik klinis. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya melalui Dinas Kesehatan bersama Universitas Bangka Belitung dan RSUD Dr.(H.C) Ir. Soekarno akan menyiapkan tenaga yang dimaksud.

“Kehadiran kami kali ini ke Unsri adalah sebagai upaya untuk percepatan pendirian Fakultas Kedokteran di Babel,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Babel ini menyampaikan apresiasinya kepada Unsri yang telah membantu UBB untuk membuka Fakultas Kedokteran.

“InsyaAllah Oktober ini secara administrasi baik dokumen dan persyaratan sudah lengkap, setelah itu kita ajukan ke kementerian. Kita berharap langsung disetujui oleh Bapak Menteri,” ungkap Erzaldi.

Sementara itu Rektor Universitas Sriwijaya Palembang, Prof. Anis Saggaff menyatakan setiap provinsi wajib memiliki minimal satu Fakultas Kedokteran di daerahnya.

Hal ini diungkapkan setelah dirinya bersama tim melakukan kajian di Sumatera Selatan. Dalam kajian itu diperoleh hasil bahwa dengan asumsi perbandingan Tenaga Dokter 1:1000, Sumatera Selatan yang memiliki dua Fakultas Kedokteran membutuhkan waktu 32 tahun untuk mencukupinya. Artinya bahwa Bangka Belitung wajib memiliki Fakultas Kedokteran.

“Pembangunan Fakultas Kedokteran di Bangka Belitung merupakan salah satu program Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang harus didukung sehingga dapat berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengatakan ada ikatan batin antara dirinya dengan Bangka Belitung. Selain sebagai pihak yang membidangi berdirinya Fakultas Teknik UBB, sebelumnya saat Erzaldi menjadi Bupati Bangka Tengah waktu itu pernah mengundangnya sebagai Dewan Hakim dalam MTQ.

Ikut hadir mendampingi Gubernur dalam kegiatan ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Babel, Yanuar, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Babel, Ahmad Yani, Kepala Dinas Kesehatan Babel, Andri Nurtito, Direktur RSUD Dr.(H.C) Ir. Soekarno, dr. Bahrun S., dan Ketua Tim Pembentukan Program Studi Kedokteran UBB sekaligus Dosen Agroteknologi UBB, Ismed Inonu.(*/red)