Sejak KIP IUP Swasta Beroperasi, Lingkungan Matras Terima Dana Kompensasi RP 1.800.000

thumbnail 20191110104917uang

BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Sempat dipertanyakan warga Lingkungan Matras, soal dana kompensasi Kapal Isap Produksi ( KIP ) Izin Usaha Penambangan ( IUP ) Swasta, beroperasi diperairan laut Matras beberapa waktu lalu.

Dari informasi warga setempat yang tidak mau indentitasnya disebutkan mengatakan, kalau dana Kompensasi diterima sejak KIP dimaksud beroperasi sebesar RP. 1.800.000 yang menerima dana ketua RT 6 Lingkungan Matras.

Menanggapi hal tersebut, INTRIK.ID mencoba menelusuri kebenaran informasi itu apakah sesuai fakta.
Penelusuran dimulai dengan menghubungi Rio alias Kopeu selaku ketua panitia penyaluran dana kompensasi KIP IUP Swasta, Selasa (27/7/2021) malam.

Rio membenarkan kalau dana kompensasi dari KIP IUP Swasta disalurkan pihaknya sejumlah itu, untuk Lingkungan Matras.

“Kalau dak salah segitu lah ( RP 1.800.000 – red ) sesuai tonase, karena sebelumnya KIP beroperasi 2 kapal tidak ada hasil,” kata Rio.

Dirinya menjelaskan kalau selama ini dana Kompensasi hanya dibagi 3 Lingkungan.

“Kenapa sebelumnya Lingkungan Matras tidak kita bagi dananya? Karena dana kompensasi kita bagikan kepada Tiga Lingkungan yang tidak terakomodir dana Kompensasi KIP Mitra PT. Timah yakni Lingkungan Bukit Kuala, Jalan Laut, Hakok,” jelasnya.

Menyangkut hal tersebut,Rio juga menyampaikan kalau dirinya sebagai ketua Panitia Kompensasi KIP IUP Swasta membawahi 8 Lingkungan.

“Untuk panitia penyaluran dana kompensasi KIP IUP Swasta hanya ada satu panitia, ketuanya saya menaungi 8 Lingkungan. Nah untuk nelayan dana kompensasi dihitung RP 1500/ Kilogram, dengan total nelayan penerima kurang lebih 80 orang. Setelah masuk KIP Inter Nusa baru dana kompensasi kita bagikan delapan Lingkungan,” pungkasnya.

Terpisah ketua RT 6 Lingkungan Matras Lazuardi selaku penerima dana menyampaikan, baru pertama menerima dana tersebut.

“Kita terima dana kompensasi KIP IUP Swasta RP. 1. 860.000 namun diamplop ditulis dana kompensasi kelima. Nah amplop sebelumnya ( amplop ke 4,3,2,1 – red ) saya tidak tau,” ujar Lazuardi.

Menurut Lazuardi dana kompensasi belum dibagi kepada penerima, karena takut dikata orang gila.

“Dana kompensasi itu belum saya bagikan, karena takut dikata orang gila. Kalau dibagi 400 Kepala Keluarga ( KK ) Setiap KK menerima RP. 4650. Uang itu dititipkan ke kas Lingkungan dan kami juga baru tau ada dana Kompensasi KIP IUP Swasta,” terangnya.

Sementara itu Fitri ketua Panitia Dana Kompensasi KIP Mitra PT. Timah menyatakan 3 Lingkungan tidak diakomodir sudah diajak terlebih dahulu.

“Lingkungan Bukit Kuala, Jalan Laut, Hakok jauh sebelum ini sudah kita ajak membahas soal dana Kompensasi KIP Mitra PT. Timah, tapi kepala lingkungan ketakutan. Malah kita kasih tempo untuk musyawarah soal dana itu. kami tunggu tidak ada jawaban sampai saat ini. Kami tidak mau tau lagi tiga lingkungan itu, karena kami berdasarkan dukungan. Lingkungan matras ada 300 KK yang beri dukungan soal dana kompensasi,” tegas Fitri.

Senada dengan kepala Lingkungan ( Kaling ) Jalan Laut Doni Alexsander menyebutkan kalau sebelum dirinya terpilih sebagai kaling, pernah dikomunikasikan.

“Soal dana kompensasi KIP IUP Swasta sepertinya ada, tapi coba konfirmasi ke nelayan. Karena saya baru terpilih jadi kaling, sebelum saya jadi kaling ada diajak soal dana Kompensasi IUP Timah, namun setelah saya jadi kaling sampai saat ini tidak dilibatkan,” tutupnya.