PWI Bangka Tanggapi Soal Peristiwa Dorong Wartawan

IMG 20210704 WA0046

BANGKA. SUNGAILIAT.INTRIK.ID –Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Kabupaten Bangka melalui Sekretarisnya Romlan, menyayangkan sikap Bupati Bangka, Mulkan, terhadap salah satu wartawan harian lokal sedang tugas liputan.

Menurutnya, apa yang dilakukan Bupati Bangka sangatlah tidak pantas. Apalagi, selama ini Mulkan dikenal dekat dengan awak media, tentunya peristiwa itu sangat menciderai hubungan yang sudah terjalin baik.

“Sikap Bupati Bangka, Mulkan, terhadap wartawan salah satu harian lokal itu sangat tidak elok,” ujarnya di Sungailiat, Minggu (4/7/2021) malam.

Sebenarnya, kata Romlan,banyak cara atau kalimat lebih elok diucapkan, apabila narasumber menerima pertanyaan nyelekit dari awak media.

“Misalnya menyikapi dengan diam, no koment, atau mengarahkan wartawan untuk konfirmasi terkait hal itu kepada staf atau pejabat lain yang berwenang,” kata dia.

Untuk diketahui, wartawan atau reporter di lapangan memang dituntut gigih mendapatkan jawaban dari narasumber. agar bahan berita layak untuk dimuat di media.

Lanjut Romlan, kegigihannya para reporter lapangan ini seringkali disalahartikan.

“Jika peristiwa sebagaimana diberitakan itu benar, maka hal itu dapat dikategorikan menghalang-halangi kerja jurnalistik, sebagaimana diatur Pasal 18 ayat (2) Juncto Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak lima ratus juta rupiah,” bebernya.

Masih kata Romlan atas peristiwa tersebut, pemimpin atau penanggung jawab media bersangkutan, organisasi profesi wartawan, dapat melakukan tindakan atau langkah-langkah hukum yang dianggap perlu.

“Namun alangkah baiknya, jika persoalan tersebut disikapi dengan bijak, agar hubungan pers dengan stakeholder tetap terjalin dengan baik,” demikian Romlan.

Tepisah saat diminta INTRIK.ID tanggapan secara pribadi, CP wartawan salah satu media lokal yang mengalami peristiwa dorongan tersebut menyayangkan peristiwa itu terjadi.

“Ya, intinya saya menyayangkan apa yang dilakukan oleh ajudan bupati tersebut dengan mendorong wartawan saat menanyakan hal tersebut kepada bupati,” ungkapnya.

Sementara itu ajudan Bupati Bangka AR dikonfirmasi INTRIK.ID melalui sambungan telepon mengaku tidak ada mendorong.

“Sebenarnya tidak ada aksi dorong, cuma bapak saat itu mau masuk mobi saya bilang stop dulu ya, kalau saya dorong pasti ribut dan tidak mungkin saya dorong. Seperti biasa kalau wartawan selesai wawancara bapak ( Bupati Bangka – red ) langsung masuk mobil,” sebut AR.

Seperti diberitakan salah satu media lokal Bangka Belitung, peristiwa tersebut ( Dorong – red ) terjadi saat salah satu wartawan menanyakan kepada Bupati Bangka, terkait Anggaran Pendapat Belanja Daerah ( APBD ) hanya cukup membayar honor, Jumat ( 2/7/2021) di Sungailiat.